Review Quitter, Quite Twitter

Menyenangkan, karena warnanya bukan pink, hehehe…
Tapi ada banyak kekurangan yang mungkin bikin kurang nyaman:

1. Tidak nyaman untuk diclose, karena begitu di close dan dibuka lagi, Quitter akan meminta kita login melalui browser, untuk kemudian memasukkan (lagi) pin yang diberikan twitter melalui browser.
Klo tetep harus buka browser (dan melihat twitter lagi), rasanya agak gimana gitu.. -kan tujuan awalnya mau pura2 serius-

2. Tidak ada fitur “backspace” atau undo dsb, jadinya kerasa annoying klo salah langkah seringkali harus terima nasib dan teken enter.

Kelebihan:
1. Tidak perlu diinstal dan tidak butuh requirement neko2 (seperti Adobe Air something..)