User manual, CHM

Hari ini mencoba mengeksplor kemungkinan menggunakan CHM untuk user manual.
Software yang digunakan: HTML Help Workshop and Documentation (klik di sini)
Tutorial (youtube): https://www.youtube.com/watch?v=DBgYKhsvQPI

1. New Project
2. New HTML, edit (title and content), save
3. Click “Contents properties” (icon pojok kiri atas, di bawah tulisan Project), confirm files (compiled file, CHM), ok
4. Click tab Contents, create a new contents file
5. Click “Insert a page” (icon ketiga dari atas, tampak seperti kertas yang terlipat)
6. Entry title (e.g. “About”), add path/url (browse)
7. Do step 5 & 6 several times (depend on what to be documented)
8. Click tab Index, create new index
9. Compile

Secret wish: ios app

Sebenarnya sudah bukan secret wish lagi kalau saya tulis di sini, hehe.. Tapi si ios app ini adalah salah satu secret wish saya yang awalnya cuma “pengen bikin app”, sekarang sudah mulai terbayang apa persisnya konsep app yang ingin saya buat.

Kenapa harus ios? Harus hp saya pake ios =___= Masa harus beli android? Kalau kepaksa gpp sih.. tapi kayanya masih ada jalan menuju ios untuk newbie mobile app developer seperti saya. Hari ini semangatnya mulai terpompa sewaktu iseng mengecek, apakah mungkin untuk mengembangkan aplikasi ios personal (tanpa harus melalui apple store). Ternyata bisa! Ga gratis sih, harus ikutan apple developer program, bayar ichiman en per satu tahun..

Mayan lah klo hitungannya per tahun. Masih masuk budget saya (senangnya menjadi dewasa! coba kalau saya masih teenager unyu2, ngeluarin issen en aja mungkin sudah bikin dahi berkerut2). Nah singkat cerita, ketika tadi hampir klik “enroll”, tiba2 saya melihat tulisan “You must have an Intel-based Mac running OS X 10.8 Mountain Lion or later to develop and distribute iOS apps”. Weleh… Langsung deh batal cancel dan balik kanan.. cari info lagi.

Sementara ini dapet info dari sini, kayanya masih masuk akal. Paling nggak, ada jalan bernama Marmalade, Xamarin, atau bahkan Tersus. Yang Tersus ini tampak yummy karena freeware. Bukan coding sih, tapi katanya visual programming. Yo ndakpapa lah.. Mari kita download!

Cuman.., karena ada keperluan lain (jatah nyampah hari ini sudah habis), maka impian ini lain waktu akan saya coba kembali.

Task lists dan Doxygen

Semakin gado2 saja bahasa postingan saya. Akhirnya, demi manajemen software yang lebih baik, saya memutuskan untuk memulai dokumentasi menggunakan Doxygen. Sudah dijalankan, tapi sepertinya saya harus merapikan source code saya supaya hasil dokumentasinya lebih bisa dimengerti.

Tambahan: jadi tahu ada fitur di VS yang namanya Task Lists. Tapi sayang (buat saya) kurang user friendly, karena task lists ini hanya memuat komen ber-token pada file source code yang sedang dibuka. Padahal project saya isinya ada beberapa file.. masa harus dibuka semua kalau mau mereview task lists?

Rekomendasi: https://www.youtube.com/watch?v=px4PTEFwioU